
KARAWANG – Di koridor Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Karawang, nama Rezky Adi Nugroho kini menjadi buah bibir yang membanggakan. Santri kelas 7B ini membuktikan bahwa dinding pesantren bukanlah pembatas untuk meraih prestasi akademik di level tertinggi. Rezky berhasil mengamankan tiket menuju Grand Final Kompetisi Matematika, Sains, dan Inggris (KMSI) tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Intan Mulia.
Keberhasilan Rezky bukanlah sebuah keberuntungan semata. Ini adalah perwujudan nyata dari growth mindset—sebuah keyakinan bahwa kecerdasan bisa terus diasah melalui dedikasi dan kerja keras. Di tengah jadwal pesantren yang padat, Rezky memilih untuk melampaui batas kemampuannya melalui sesi belajar intensif bersama para guru pendamping, membedah materi demi materi hingga larut.
Restu Kyai dan Dukungan Tanpa Henti: Bahan Bakar di Balik Layar

Bagi Rezky, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kerendahan hati. Sebelum melangkah ke medan laga, ia menyempatkan diri menghadap Pimpinan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Karawang, KH. Hasan Nuri Hidayatullah (Abah Hasan). Di hadapan sang Kyai, Rezky memohon doa restu—sebuah tradisi santri yang meyakini bahwa keberkahan adalah kunci dari setiap pintu kesuksesan.

Namun, perjuangan Rezky tidak dilakukan sendirian. Di balik layar, sosok Ust. Budi Purwanto, S.Pd.I (Ust. Miftah) selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Asshiddiqiyah Karawang, menjadi motor penggerak utama. Beliau tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memfasilitasi segala kebutuhan persiapan Rezky dengan penuh totalitas. Kepercayaan yang diberikan pihak sekolah inilah yang mengubah rasa lelah menjadi energi kompetisi yang membara.
“Rezky mengajarkan kita bahwa rintangan bukan untuk dihindari, melainkan untuk didaki. Dengan persiapan yang matang dan mental yang kuat, ia membuktikan bahwa santri mampu bersaing di kancah nasional,” ujar salah satu guru pendampingnya.
Kisah Rezky Adi Nugroho adalah pengingat bagi kita semua bahwa potensi tidak memiliki batas selama kita berani untuk mencoba. Jangan takut gagal sebelum melangkah, karena setiap tantangan baru adalah kesempatan untuk bertumbuh. Jika Rezky bisa, mengapa kita tidak? Mari berani melangkah, mencoba hal baru, dan biarkan dunia melihat bakat hebat yang kamu miliki!
Selamat berjuang di Grand Final, Rezky!